Pages

Sunday, 12 January 2014

TUGAS AKHIR PSIKOLOGI MANAJEMEN

TUGAS PSIKOLOGI MANAJEMEN
“Komunikasi Dalam Manajemen”

logo gunadarma

Oleh :
Cinthia Anindita Prasetianti
11511663


3PA05


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014


A.    Definisi Komunikasi
Komunikasi adalah proses menyalurkan informasi, ide, penjelasan, perasaan, pertanyaan dari orang ke orang atau dari kelompok ke kelompok. Komunikasi adalah proses interaksi antara orang-orang atau kelompok-kelompok yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orang-orang dan kelompok-kelompok dalam suatu organisasi. Komunikasi dapat diartikan sebagai usaha untuk menyampaikan maksud tertentu kepada orang lain sehingga orang tersebut dapat memahami maksud yang disampaikan. Komunikasi dapat juga diartikan sebagai suatu proses penyampaian makna dari pengirim kepada penerima, dengan menggunakan media tertentu. Komunikasi merupakan sesuatu yang sangat pokok, yang dalam prosesnya terdapat tujuan. Komunikasi merupakan hal penting dalam sistem pengendalian manajemen yang merupakan alat untuk mengarahkan, memotivasi, memonitor atau mengamati serta evaluasi pelaksanaan manajemen perusahaan yang mencoba mengarahkan pada tujuan organisasi dalam perusahaan agar kinerja yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan dapat berjalan lebih efesien dan lancar, yang di monitor atau yang diatur dalam sistem pengendalian manajemen adalah kinerja dari perilaku manajer di dalam mengelola perusahaan.
B.     Proses Komunikasi
Arus pesan yang terjadi dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergantung satu sama lain (the flow of messages within a network of interdependen relationship). Pesan dibuat dan dipertukarkan sebagai respon terhadap tujuan, kebijakan, dan tujuan spesifik organisasi
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut :
  1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
  2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Media atau alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
  3. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
  4. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
Berikut ini adalah gambar alur dari proses komunikasi :
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTwSIK-UsIArzmzr654lLMOOEplU2f26hnGFG3Tr04lw1HlWO6n         https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7ykoYzEnXkVrLyEdpVF25c2VI7H-RMFpvNgzkJhgyYOJrvlSM3J2caElrpylJjuPnZvK8ubY-ZDyC_6DGpzFGqXLUg3oNeLkQvLrlpTYN-5W5R4QQuhMo2qwQr3P5EyUDpSCTqzS8y1k4/s1600/gambar+proses+komunikasi.png
C.    Hambatan Komunikasi
Pada sebuah proses komunikasi yang terjadi terkadang kita juga akan mengalami banyak hambatan dalam berkomunikasi. Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver.
Beberapa hambatan komunikasi adalah :
a) Hambatan Sematik.
Komunikasi yang disebabkan oleh faktor bahasa yang digunakan oleh para pelaku
Komunikasi
b) Hambatan Mekanik.
Komunikasi yang disebabkan oleh factor elektrik, mesin atau media lainnya
c) Hambatan Antropologis
Hambatan yang disebabkan oleh perbedaan pada diri manusia
d) Hambatan Psikologis
Hambatan yang disebabkan oleh faktor kejiwaan

Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu :
1.      Status effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.
2.      Semantic Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.
3.      Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.
4.      Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
5.      Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.
6.      Poor choice of communication channels
Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.
7.      No Feed back
Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.       

Menurut Leonard R.S. dan George Strauss ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
1.      Mendengar
Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui
3. Menilai sumber
Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
4.      Persepsi yang berbeda
Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
5.      Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda
Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
6.      Sinyal nonverbal yang tidak konsisten
Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita mempengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
7.      Pengaruh emosi
Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8.      Gangguan
Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.

D.    Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif
Menurut Effendi, komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antar komunikator dengan komunikan  dimana komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang karena sifatnya yang dialogis yaitu berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung komunikator mengetahui tanggapan komunikan saat itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindak lanjuti dengan sebuah perbuatan secara suka rela oleh penerima pesan, pesan dapat meningkatkan kualitas hubungan antar pribadi dan tidak ada hambatan untuk itu. Komunikasi interpersonal dikatakan efektif apabila memenuhi tiga persyaratan utama, yaitu :
a.       Pengertian yang sama terhadap makna pesan
Salah satu indikator yang dapat digunakan sebagai ukuran komunikasi dikatakan efektif adalah apabila makna pesan yang dikirim oleh komunikator sama dengan makna pesan yang diterima oleh komunikan. Pada tataran empiris, seringkali terjadi miss communication yang disebabkan oleh karena komunikan memahami makna pesan tidak sesuai dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
b.      Melaksanakan pesan secara suka rela
Indikator komunikasi interpersonal yang efektif berikutnya adalah bahwa komunikan menindak lanjuti pesan tersebut dengan perbuatan dan dilakukan secara suka rela tidak karena dipaksa. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam proses komunikasi interpersonal komunikator dan komunikan memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan. Komunikasi interpersonal yang baik dan berlangsung dalam kedudukan setara sangat diperlukan agar kedua belah pihak menceritakan dan mengungkapkan isi pikirannya secra suka rela, jujur, tanpa merasa takut. Komunikasi interpersonal yang efektif mampu mempengaruhi emosi pihak pihak yang terlibat dalam komunikasi itu kedalam suasana yang nyaman, harmonis dan bukan sebagai suasana yang tertekan.
c.       Meningkatkan kualitas hubungan antar pribadi
Efektivitas dalam komunikasi interpersonal akan mendorong terjadinya hubungan yang positif terhadap rekan, keluarga dan kolega. Hal ini disebabkan pihak-pihak yang saling berkomunikasi merasakan memperoleh manfaat dari komunikasi itu sehingga merasa perlu untuk memelihara hubungan antar pribadi. Banyak orang menjadi sukses karena memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang lain. Mereka menanamkan identitas yang positif kepada orang lain sehingga mereka memiliki image yang baik di mata masyarakat.

E.     Komunikasi Interseprsonal Efektif  Dalam Organisasi Mencakup Componential Dan Situational
Komunikasi dalam organisasi atau perusahaan dapat menentukan efektif atau tidaknya dalam suatu penyampaian pesan atau perintah antar anggota organisasi baik antara atasan dengan bawahan (downward communication), bawahan dengan atasan (upward communication), maupun antar anggota yang jabatannya setaraf (lateral communication). Secara sederhana, komunikasi adalah proses penyampaian atau transfer dan pemahaman suatu pengertian (meaning). Jadi dalam berkomunikasi, kita harus efektif menyampaikan pesan yang ada pada kita kepada orang lain. Adapun berkomunikasi secara langsung dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Karena dapat mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung. Proses berkomunikasi dimulai dari adanya pesan yang akan disampaikan oleh pengirim, kemudian ditransfer melalui suatu channel (saluran), kemudian diterima oleh penerima. Adapun komunikasi interpersonal efektif dalam suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu :
1.      Componential
Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
2.      Situasional
Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung disekitarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Friday, 1 November 2013

Tulisan 1 & 2 Periode 2 Psikologi Manajemen

TULISAN 1
POAC

Dalam suatu organisasi agar dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dibutuhkan suatu manajemen yang baik. Manajemen yang baik di dalamnya terdapat proses-proses yang harus dijalani agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Dalam proses manajemen dikenal istilah POAC atau Planning, Organizing, Actuating, Controlling. Dimana setiap prosesnya harus dilalui satu per satu secara bertahap agar didapatkan hasil yang sesuai tujuan dengan efektif dan efisien.
Di sini saya akan menjelaskan proses dari POAC itu sendiri. Proses atau tahapan pertama yang harus dijalankan adalah Planning atau Perencanaan. Hal ini sangat penting untuk menentukan atau menetapkan tujuan dari organisasi tersebut dan bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Proses yang kedua adalah Organizing atau Pengorganisasian. Dalam hal ini proses yang dilakukan adalah untuk memastikan ketersediaan sumber daya baik manusia maupun non manusia untuk dapat mencapi tujuan tersebut. Proses yang ketiga adalah Actuating atau pengarahan. Dalam hal ini seorang manajer berperan penting untuk mengarahkan para pekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Dan proses yang terakhir adalah Controlling atau Pengontrolan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kinerja dari para pekerja sudah sesuai dengan rencana dan tujuan yang fungsinya untuk melihat apakah perlu adanya revisi atau perubahan agar mencapai hasil yang lebih maksimal.

Referensi :
Handoko, T. Hani. (2003). Manajemen Edisi 2. Yogyakarta: YPFE-YOGYAKARTA

TULISAN 2
MSDM

Manajemen sumber daya manusia sangat penting untuk mendukung tercapainya tujuan dengan hasil yang maksimal dan dengan efisien. Menurut A.F. Stoner, manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, studi tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas). Oleh karena itu upaya-upaya seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia juga perlu diperhatikan.
Peran sumber daya manusia sendiri berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Pada tahun 1990an merupakan era dimana produktivitas, mutu serta kemampuan beradaptasi sehingga dibutuhkan SDM yang kompetitif dan komparatif untuk memotivasi, memberdayakan dan mendidik manusia. Pada tahun 2000an merupakan era dimana global networking mulai berkembang sehingga dibutuhkan SDM yang beranekaragam dan memiliki pendekatan tersendiri untuk menjadi inovator dan entrepreneur sedangkan pada tahun 2010 dan kedepannya menjadi era dimana teknologi informasi seperti internet menjadi penting sehingga dibutuhkan SDM yang berwawasan global untuk menjadi entrepreneur.

Referensi :

Tugas Periode 2 Psikologi Manajemen

I.       Pengorganisasian Struktur Manajemen

A.    Definisi Pengorganisasian
            Pengorganisasian adalah suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas atau pekerjaan diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Pengorganisasian merupakan penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, pengorganisasian juga dapat diartikan sebagai perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan. Pengorganisasian juga merupakan penugasan tanggung jawab tertentu dan kemudian pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Sehingga pengorganisasian dapat disimpulkan sebagai suatu proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupinya.

B.     Definisi Struktur Organisasi
            Struktur organisasi dapat diartikan sebagai suatu mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi juga didefinisikan sebagai mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola (Handoko, 2003). Sehingga struktur organisasi juga dapat diartikan sebagai kesatuan kerangka organisasi yang ditetapkan untuk proses manajerial, sistem, pola tingkah laku yang muncul dan terjadi dalam praktek penyelenggaraan organisasi dan manajemen. Struktur organisasi merupakan alat untuk membantu manajemen  dalam mencapai tujuannya. Struktur organisasi dapat memiliki pengaruh yang besar pada anggotanya. Pengaruh struktur organisasi terhadap kepuasan dan kinerja karyawan mengarah pada suatu kesimpulan yang sangat jelas. Struktur organisasi menjelaskan bagaimana tugas kerja akan dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan secara formal. Sturuktur organisasi juga menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organsasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardiasasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja.

C.     Pengorganisasian Sebagai Fungsi Manajemen
            Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting karena dengan pengorganisasian berarti akan memadukan seluruh sumber-sumber yang ada dalam organisasi baik yang berupa sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya ke arah tercapainya suatu tujuan. Sehingga pengorganisasian seluruh sumber baik manusia maupun non manusia harus diatur dan dipadukan sedemikian rupa untuk berjalannya suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuannya. Hal ini memberikan kejelasan bahwa proses pengaturan di dalam organisasi tidak akan selesai tanpa diikuti oleh aktuasi yang berupa bimbingan kepada manusia yang berada di dalam organisasi tersebut agar secara terus-menerus dapat menjalankan kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

II.    Actuating Dalam Manajemen

A.    Definisi Actuating
            Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Sehingga actuating memiliki arti menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan. Actuating adalah pelaksanaan untuk bekerja. Untuk melaksanakan secara fisik kegiatan dari aktivitas tesebut, maka manajer mengambil setiap tindakannya kearah itu. Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran tersebut. Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota dalam suatu organisasi.

B.     Pentingnya Actuating
            Actuating dalam suatu organisasi sangat penting karena memiliki beberapa fungsi. Fungsi dari Pelaksanaan (actuating) adalah sebagai berikut : 1. Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan, 2. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan, 3. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan, 4. Proses implementasi program agar dapat dijalankan olehseluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan menghasilkan suatu produktivitas yang tinggi.

C.     Prinsip Actuating
Prinsip-prinsip dalam penggerakan (actuating), antara lain sebagai berikut :
1.      Memperlakukan manusia dengan sebaik-baiknya
2.      Mendorong petumbuhan dan perkembangan manusia
3.      Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
4.      Menghargai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna
5.      Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
6.      Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
7.      Memberikan dororngan untuk mengembangkan potensi dirinya


III. Mengendalikan Fungsi Manajemen

A.    Definisi Mengendalikan (Controlling)
            Pengendalian (controlling) atau dikenal juga dengan pengawasan aalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Hal ini dapat positif maupun negatif. Pengendalian positif mencoba untuk mengetahui apakah tujuan organisasi dicapai dengan efisien dan efektif. Pengendalian negatif mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang diinginkan atau dibutuhkan tidak tejadi atau terjadi kembali. Pengendalian adalah fungsi terakhir dari proses pelaksanaan manajemen dan sangat penting sehingga harus dilakukan sebaik-baiknya.

B.     Langkah-Langkah Dalam Kontrol
Menurut  T. Hani Handoko, proses pengendalian memiliki lima tahapan, yaitu:
a.       penetapan standar pelaksanaan
b.      penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
c.       pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata
d.      pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan
e.       pengambilan tindakan koreksi, bila diperlukan

C.     Tipe-Tipe Kontrol
Terdapat 3 tipe dalam pengendalian (controlling), yaitu :
a.       Pengendalian Pendahuluan, dirancang untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dari standar atau tujuan dan kemungkinan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan.
b.      Pengendalian yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan, merupakan proses dimana aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui terlebih dahulu atau syarat tertentu harus dipenuhi dulu sebelum kegiatan bisa dilanjutkan untuk menjadi semacam pengecakan ulang dalam menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.
c.       Pengendalian Umpan Balik, mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan.

D.    Kontrol Proses Manajemen
Adalah suatu proses yang digunakan untuk mempengaruhi para anggota organisasi agar menerapkan strategi organisasi. Pengendalian manajemen merupakan:
a.       Aktivitas Pengendalian Manajemen
b.      Keselarasan Tujuan
c.       Salah satu alat implementasi Strategi, selain struktur organisasi, manajemen SDM, Budaya
d.      Menekankan aspek Keuangan dan Nonkeuangan
e.       Membantu Mengembangkan Strategi Baru


Referensi :

Afifudin. (2013). Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: ALFA BETA

Handoko, T. Hani. (2003). Manajemen Edisi 2. Yogyakarta: YPFE-YOGYAKARTA


cai.elearning.gunadarma.ac.id/.../download.php?...PENGORGANISASIAN

xa.yimg.com/kq/groups/23216323/.../name/Pengertian+Manajemen.ppt‎


Thursday, 10 October 2013

Tulisan 2 Psikologi Manajemen

TULISAN 2
Manajemen vs Kepemimpinan

Di sini saya ingin berbagi informasi mengenai manajemen dan kepemimpinan yang masyarakat seringkali  salah dalam memahami tugas, fungsi dan peranan serta tanggung jawab keduanya. Padahal keduanya memilik tugas yang berbeda. Dilihat dari definisinya, manajemen dapat diartikan sebagai suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi. Sedangkan kepemimpinan memiliki definisi suatu proses mempengaruhi, memberi petunjuk dan pengarahan kegiatan kelompok, menuju ke arah penentuan tujuan dan mencapai tujuan. Dari kedua definisi di atas sudah dapat dilihat bahwa keduanya berbeda.
Para manajer dapat disebut sebagai pemimpin dalam organisasinya, sebaliknya pemimpin tidak perlu menjadi manajer. Kepemimpinan lebih berhubungan dengan efektivitas sedangkan manajemen lebih berhubungan dengan efisiensi. Pemimpin yang mengepalai keseluruhan organisasi adalah manajer puncak antara lain yaitu, direktur utama, direktur, general manager. Sedangkan pemimpin yang mengepalai suatu unit dalam organisasi merupakan manajer madya atau pertama misalnya supervisor. Kepemimpinan sendiri memiliki 3 implikasi penting. Pertama, kepemimpinan melibatkan orang lain baik itu bawahan atau pengikut. Yang kedua, kepemimpinan merupakan pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara pemimpin dan anggota kelompok. Dan yang ketiga, kepemimpinan di samping dapat mempengaruhi bawahan juga mempunyai pengaruh.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan proses dalam mencapai tujuan sedangkan kepemimpinan adalah pengarahan dan pemberian petunjuk untuk mencapai tujuan. Sehingga manajer dapat menjadi pemimpin dalam suatu proses kegiatan dalam mencapai tujuan akan tetapi pemimpinan tidak dapat menjadi manajer.

Referensi :
Munandar, Ashar Sunyoto. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press)
Abdul Mukhyi, M dan Saputru, I. (1995). Pengantar Manajemen Umum. Jakarta: Gunadarma


Tugas 1 Psikologi Manajemen

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Di zaman seperti sekarang ini, kepemimpinan dan manajemen merupakan tema yang popular dibicarakan oleh masyarakat luas. Karena meskipun telah banyak teori kepemimpinan dan manajemen yang dikembangkan belum ada satu teori pun yang dirasa tepat untuk menjelaskannya. Masyarakat masih sering sulit membedakan kepemimpinan dengan manajemen. Sehingga masyarakat perlu untuk mengetahui apa perbedaan mendasar antara manajemen dan kepemimpinan.
  1. Rumusan Masalah
1.      Apa itu Manajemen
2.      Jenis - Jenis Manajemen
3.      Apa itu Kepemimpinan
4.      Pengertian Perencanaan
5.      Manfaat Perencanaan
6.      Jenis Perencanaan dalam Organisasi
  1. Tujuan
1.      Mengetahui dan memahami apa itu manajemen serta memperoleh pengertiannya
2.      Mengetahui dan memahami jenis – jenis manajemen
3.      Mengetahui dan memahami apa itu kepemimpinan serta memperoleh pengertiannya
4.      Mengetahui dan memahami pengertian perencanaan
5.      Mengetahui manfaat dari perencanaan
6.      Mengetahui jenis – jenis perencanaan dalam organisasi

BAB II
PEMBAHASAN

I.       Manajemen dan Kepemimpinan

1.      Apa itu Manajemen

Manajemen adalah proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain. Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagaimana cara oranag untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Menurut Haiman, manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Encylopedia of The Social Science, manajemen adalah suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.

2.      Jenis – Jenis Manajemen

a. Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.
b.      Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada    intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dan bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
c.    Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.
d.   Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.
e.   Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.
f. Manajemen Strategi, Secara sederhana manajemen dapat di artikan sebagai Perencanaan, Pengorganisasian, Pergerakan, Pengawasan dalam rangka pengambilan keputusan.
3.      Apa itu Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi sebuah kelompok menuju tercapainya tujuan-tujuan. Kepemimpinan juga didefinisikan proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan kelompok menuju kearah penentuan tujuan dan mencapai tujuan. Menurut Prof. F. P. Brassor, kepemimpinan adalah proses dimana seorang pelaksana memberi petunjuk pengarahan, pembinaan, atau mempengaruhi pekerjaan orang lain agar memilih atau mencapai maksud dan tujuan tertentu. Pada hakekatnyaa, kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi tatalaku orang lain apakah dia pegawai bawahan, rekan sekerja atau atasan serta adanya pengikut yang dapat dipengaruhi baik oleh ajakan, anjuran, bujukan, sugesti, perintah atau saran dan juga adanya tujuan yang hendak dicapai.

II.    Perencanaan dan Penetapan Manajemen

1.      Pengertian Perencanaan

Perencanaan adalah suatu proses yang melibatkan penentuan sasaran atau tujuan organisasi, menyusun strategi menyeluruh untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dan mengembangkan hierarki rencana secara menyeluruh untuk mengintegrasikan dna mengkoordinasikan kegiatan.

  1. Manfaat Perencanaan
Manfaat perencanaan adalah untuk mengurangi ketidakpastian dengan mendorong para manajer untuk melihat ke depan, mengantisipasi perubahan, mempertimbangkan dampak perubahan, dan menyusun tanggapan-tanggapan yang tepat. Perencanaan juga memperjelas konsekuensi tindakan-tindakan yang mungkin dilakukan oleh para manajer dalam menanggapi perubahan. Perencaan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tumpang tindih dan sia-sia.

  1. Jenis Perencanaan dalam Organisasi
    A.    Perencanaan menurut Luasnya dibagi menjadi Rencana Strategis dan Rencana Operasional.
    a.       Rencana Strategis adalah rencana-rencana yang berlaku bagi seluruh organisasi, menentukan sasaran umum organisasi tersebut, dan berusaha menempatkan organisasi tersebut dalam lingkungannya.
   b.      Rencana Operasional adalah rencana yang menentapkan rincian tentang cara mencapai keseluruhan tujuan organisasi.
  1. Perencanaan menurut Keterangan Waktu dibagi menjadi Rencana Jangka Panjang dan Rencana Jangka Pendek
a.       Rencana Jangka Panjang adalah rencana dengan kerangka waktu di atas tiga tahun.
b.      Rencana Jangka Pendek adalah rencana yang mencakup satu tahun atau kurang.
  1. Perencanaan menurut Kekhususan dibagi menjadi Rencana Khusus (Specific) dan Rencana Mengarahkan (Directional)
a.    Rencana Khusus (Specific) adalah rencana yang sudah dirumuskan dengan jelas dan tidak menyediakan ruang bagi interpretasi.
b.      Rencana Mengarahkan (Directional) adalah rencana yang fleksibel yang menetapkan pedoman umum.


BAB III
PENUTUP

Dari pengertian dan penjelasan mengenai manajemen, kepemimpinan dan perencanaan di atas dapat disimpulkan bahwa antara manajemen dan kepemimpinan memiliki pengertian yang berbeda. Manajemen dan kepemimpinan juga memiliki tanggung jawab dan tugas yang berbeda tetapi keduanya sama-sama membutuhkan suatu perencanaan dalam menjalankannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga dapat diperjelas bahwa dalam melakukan suatu kegiatan kita harus melakukan perencanaan untuk menetapkan tujuan yang hendak dicapai baru kemudian adanya manajemen atau suatu proses dalam mencapai tujuan tersebut dan dalam mencapai tujuan tersebut, kepemimpinan bertugas untuk memotivasi, memberi petunjuk, mengarahkan atau mempengaruhi pekerjaan orang lain agar mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.


Daftar Pustaka

Robbin, S dan Coulter, M. (2004). Manajemen Jilid 1. Jakarta: INDEKS
Robbin, S dan Coulter, M. (2004). Manajemen Jilid 2. Jakarta: INDEKS
Munandar, Ashar Sunyoto. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press)
Widjaja, A. (1993). Suatu Pengantar Manajemen. Jakarta: RINEKA CIPTA
Abdul Mukhyi, M dan Saputru, I. (1995). Pengantar Manajemen Umum. Jakarta: Gunadarma
Arsyad, L. (1993). Pengantar Perencanaan Ekonomi. Yogyakarta: Media Widya Mandala
Sastrodiningrat, S. (1999). Kapita Selekta Manajemen dan Kepemimpinan. Jakarta: IND-HILL-CO

Tulisan 1 Psikologi Manajemen


TULISAN 1

Manajemen memiliki pengertian yaitu, koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Di sini saya ingin menceritakan pengalaman saya yang berkaitan dengan manajemen. Saya sering membantu papa saya dalam menjual produk frozen food. Dalam bisnis yang dijalankan papa saya ini, saya bertugas untuk mencatat jumlah pesanan, barang yang masuk dan keluar serta stock yang ada di rumah. Sering kali papa saya kewalahan sampai kehabisan stock karena pesanan melebihi stock yang disediakan padahal pesanan sudah menumpuk sehingga saya harus langsung koordinasi dengan pemasok untuk memastikan bahwa barang pesanan saya tersedia. Terkadang stock barang di pemasok sedang kosong sehingga saya harus langsung memberi kabar kepada ayah saya untuk mengundur jadwal pengiriman pesanan kepada pembeli. Yang jadi kendala adalah freezer tempat menyimpan barang yang ada di rumah saya hanya memiliki kapasitas yang kecil sehingga hanya bisa menyimpan sedikit stock barang. Tetapi saat ini bisnis frozen food yang saya dan papa saya jalankan ini sedang sedikit tersendat karena naiknya harga barang-barang yang cukup tinggi dikarenakan kurs dollar sedang meningkat. Saya berharap semoga harga di pemasok bisa secepatnya kembali normal agar bisnis ini bisa berjalan lancar kembali.