Pages

Thursday, 30 October 2014

TUGAS MINGGU KE 2 SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

I.       Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS)
Computer Based Information System
(CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan , koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Istilah-istilah yang terkait dengan CBIS adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut :
Data
Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.
Informasi
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.
Sistem
Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.
Sistem Informasi
Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
Berbasis Komputer
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

Sub sistem dari CBIS adalah :
1.      Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun ada beberapainformasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sisten informasi lain.SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhaninformasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing.
2.      Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem perusahaan tentang apa yangtelah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang, dan apa yang mungkin terjadidi masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia didalam laporan periodik, laporankhusus, dan hasil simulasi matematika, output informasi tersebut digunakan manajer saatmereka membuat keputusan untuk pemecahan masalah. Merupakan sistem/mekanismeyang memungkinkan kita untuk mendapat informasi manajemen.SIM dan SIASIM menggunakan data yang disediakan SIA dalam database, dan informasi lain yang berasal dari lingkungan. Isi dari database tersebut digunakan oleh software untuk membuatlaporan periodik dan laporan khusus, serta model matematika untuk mensimulasikan aspekoperasi perusahan, Berbeda dengan SIA, SIM tidak berkewajiban menyediakan informasi bagi lingkungan.
3.      Sistem Pendukung Keputusan/Dessecion Suport System (DSS)
Dalam upaya memecahkan masalah seorang problem solver akan banyak membuatkeputusan. Keputusan harus diambil untuk menghindari atau mengurangi dampak negatifatau untuk memanfaatkan peluang yang ada.Informasi pendukung untuk memecahkan masalah yang harus diselesaikan bersama.
4.      Automasi Kantor (Virtual Office)
Automasi kantor kini disebut dengan istilah kantor virtual, mencakup semua sistem bantuuntuk melakukan bisnis secara maya melalui sistem elektronik
5.      Knowledge Based System (KBS)
KBS merupakan suatu sistem untuk mencari solusi berbasis pengetahuan, dimana dalamhal ini setiap pengetahuan harus didokumentasikan agar dapat bermanfaat untuk orang laindalam suatu organisasi.

Kelemahan dan Kelebihan CBIS :
-          Biayanya yang tinggi untuk memulai proses
-          Resiko sistem tidak berjalan dan gagal
-          Ketidak seriusan dalam menjalankan sistem
-          Kemungkinan adanya Pro dan Kontra karena kurangnya sosialisasi
-          Penghematan waktu (time saving) Penghematan biaya (cost saving)
-          Peningkatan efektifitas (effectiveness)
-          Pengembangan teknologi (technology development)
-          Pengembangan personel akuntansi (accounting staff development)
II.    Evolusi CBIS
Evolusi perkembangan sistem informasi berbasis komputer ada beberapa tahap yaitu :
1.      Fokus awal pada Data (electronic data processing – EDP)
Didukung dengan munculnya punched card dan keydriven bookkeeping machines, dan perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya. Aplikasi yang digunakan sistem informasi akuntasi (SIA).
2.      Fokus baru pada Informasi (management information sistem – MIS)
Seiring denga diperkenalkannya generasi baru alat penghitung yang memungkinkan pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan untuk kosep penggunaan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi manajemen.

3.      Fokus Revisi pada Pengambilan Keputusan (Decision support sistem – DSS)
Merupakan hal yang berbeda dengan konsep SIM. DSS adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan serta diambil keputusannya oleh manajer.
4.      Fokus sekarang pada Komunikasi (office automation – AO)
OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik. OA telah berkembang meliputiberagam aplikasi seperti konferensi jarak jauh (teleconference), voice mail, e-mail (surat elektronik), electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing. Istilah lainnya dalam menggunakan semua aplikasi AO tersebut dinamakan dengan kantor virtual (virtual office).
5.      Fokus potensial pada Konsultasi (artificial intelligence/expert sistem – AI/ES)
Ide dasar AI adalah komputer dapat deprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagaiseorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases sistems) Penjelasan lebih lanjut akan dijumpai pada modul terakhir dari materi kuliah SIM.
Tiap subsistem CBIS menyerupai suatu organisme hidup yaitu : lahir, bertumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Proses evolusi ini disebut siklus hidup sistem (system life cycle – SLC), dan terdiri dari tahap-tahap berikut: (1) Perencanaan; (2) Analisis; (3) Rancangan; (4) Penerapan; dan (5) Penggunaan. Siklus hidup suatu sistem berbasis komputer mungkin hanya berlangsung beberapa bulan, atau mungkin berlangsung beberapa tahun, sehingga dapat dikatakan bahwa CBIS mempunyai biaya yang tinggi. Cepat atau lambat, sifat dinamis kebutuhan informasi akan melampaui kemampuan sistem informasi, sehingga sistem itu harus diperbarui. Tahap-tahap siklus hidup sistem membentuk suatu pola lingkaran. Saat suatu sistem berakhir masa kegunaannya dan harus diganti, suatu siklus hidup baru dimulai, diawali dengan tahap  perencanaan. Walau banyak orang mungkin menyumbangkan keahlian khusus mereka untuk pengembangan sistem berbasis komputer, pemakailah yang bertanggung jawab atas siklus hidup sistem.
6.       Upaya Pencapaian Dari Evolusi CBIS

Upaya pencapaian system informai bebasis komputer mennunakan End User Computing,  yaitu pengembangan sistem berbasis komputer yang dilakukan oleh pemakai sendiri. End user computing berkembang, karena empat pengaruh utama :

  1. Meningkatnya pengetahuan mengenai komputer
  2. Antrian jasa informasi. (Banyaknya permintaan tidak sebanding dengan resource yang tersedia.)
  3. Perangkat keras yang harganya semakin murah
  4. Perangkat lunak siap pakai, semakin banyak.
Seiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus hidup dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Setelah penerapan, manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tsb. terus menyediakan dukungan yang diharapkan. Tanggung jawab keseluruhan manajer dan dukungan tahap-demi tahap yng diberikan oleh para spesialis informasi. 
 
Referensi :
sri_wiji.staff.gunadarma.ac.id/.../Modul+1+SIM.doc

Monday, 6 October 2014

TULISAN 2 Sistem Informasi Psikologi


Psikologi Kognitif

Psikologi kognitif merupakan perspektif secara teori yang memfokuskan pada dunia persepsi pemikiran ingatan manusia. Hal-hal yang menjadi penekanan dalam mempelajari ilmu mengenai Psikologi kognitif, yaitu : Psikologi kognitif membantu kita melihat pembelajaran sebagai proses pembinaan dan bukan proses terbuka, Psikologi kognitif menekankan kepentingan menstrukturkan pengetahuan, Psikologi kognitif mementingkan kognisi kesadaran diri dan pengawalan diri, Psikologi kognitif menekankan peranan interaksi sosial dalam perkembangan kognitif, Psikologi kognitif menekankan kontekstual pengetahuan, strategi dan kemahiran.
Dalam proses pembelajaran terdapat tiga faktor yang memiliki pengaruh, yaitu struktur kognitif yang ada, stabilitas, dan kejelasan pengetahuan dalam suatu bidang studi tertentu dan pada waktu tertentu. Sifat-sifat struktur kognitif menentukan validitas dan kejelasan arti-arti yang timbul waktu informasi baru masuk ke dalam struktur kognitif itu, demikian pula sifat proses interaksi yang terjadi. Jika struktur kognitif itu stabil dan diatur dengan baik, maka arti-arti yang jelas akan timbul dan cenderung bertahan. Tetapi sebaliknya jika struktur kognitif itu tidak stabil, meragukan, dan tidak teratur, maka struktur kognitif itu cenderung menghambat belajar dan retensi. Menurut beberapa ahli psikologi seperti Piaget, Kohler, Bruner, Gagne dan Ausbel menekankan proses kognitif yang sebenarnya menghasilkan perubahan tingkah laku dalam pembelajaran.
Kognisi manusia memiliki cara kerja yang kurang lebih sama dengan komputer dimana terjadi pemasukan data, pengolahan data menjadi informasi dan menyimpannya. Hanya saja kognisi manusia lebih kaya dan terus berkembang asalkan manusia tersebut mau untuk terus belajar sedangkan komputer cenderung konstan dan baru bisa menjadi lebih baik lagi jika manusia melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sistem di dalamnya.


Referensi :
http://dpli-sls.blogspot.com/2012/08/teori-kognitifteori-sosial-teori_28.html

TULISAN 1 Sistem Informasi Psikologi

I.       Keterkaitan Antara Struktur Kognisi Manusia Dan Arsitektur Komputer
  1.      Struktur Kognisi Manusia
Struktur kognitif merupakan mental framework yang dibangun seseorang dengan mengambil informasi dari lingkungan & menginterpretasikannya, mereorganisasikannya serta mentransformasikannya.
Struktur kognisi manusia adalah suatu pengetahuan yang dimiliki manusia yang membantu dalam proses mengenali gambaran faktual dari lingkungan sekitar yang kemudian diinterpretasikan sehingga pengetahuan yang ada dalam diri manusia tersebut berkembang.
  1.      Arsitektur Komputer
Arsitektur Komputer adalah sebuah ilmu untuk tujuan perancangan sistem komputer. Tujuan seorang arsitek komputer adalah merancang sebuah sistem dengan kinerja yang tinggi dengan biaya yang layak,memenuhi persyaratan - persyaratan lainnya.
Arsitektur komputer adalah suatu ilmu tentang perancangan sistem pengoperasian dan kinerja dari suatu software komputer agar dapat berfungsi maksimal dengan menekan biaya yang seminimal mungkin.
  1.      Keterkaitan Antara Struktur Kognisi Manusia Dan Arsitektur Komputer
Dari penjelasan di atas mengenai struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer di atas, dapat ditarik suatu keterkaitan antara keduanya dimana struktur manusia dan arsitektur komputer saling terkait karena memiliki fungsi sama-sama mengolah informasi yang masuk dan menyimpannya. Namun terdapat perbedaan yaitu jika pada struktur kognisi manusia merupakan pengetahuan yang ada dalam otak manusia dan merupakan hasil dari proses perkembangan kognitif manusia itu sendiri sehingga sangat bersifat subjektif. Pengetahuan yang ada pada manusia sama dengan program pada komputer dan program yang ada pada komputer merupakan hasil ciptaan manusia.
Contohnya adalah ada seorang manusia yang mempelajari ilmu psikologi sehingga ia memiliki pengetahuan mengenai psikologi, dari segi komputer sama dengan memiliki program baru misalnya baru diinstall Excel akan tetapi manusia yang menginstallnya lain hal dengan manusia yang memiliki pengetahuan tentang psikologi tadi karena mempelajarinya dan menggunakan kemampuan kognisinya.
II.    Kelebihan Dan Kelemahan Arsitektur Komputer Dibandingkan Dengan Struktur Kognisi Manusia
A.    Kelebihan Struktur Kognisi Manusia :
a.      Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
b.     Mengoptimalisasikan kerja otak
c.      Banyak memberi informasi agar terjadi proses belajar
B.     Kelemahan Struktur Kognisi Manusia :
a.      Membutuhkan waktu yang cukup lama
b.     Sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berfikir mereka
C.     Kelebihan Arsitektur Komputer :
a.      Komputer dapat memilih dan melakukan klasifikasi yang tinggi (accuracy)
b.     Komputer mampu menyimpan dan mengolah data dalam jumlah besar (capacity)
c.      Komputer mampu melakukan perhitungan - perhitungan dalam mengolah data dengan kecepatan tinggi
d.     Komputer dapat dipergunakan untuk memindahkan informasi dari suatu tempat ke tempat lain
e.      Komputer dapat melakukan pekerjaan berdasarkan kondisi yang kita inginkan
f.    Dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan ribuan data
g.  Pada umumnya komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat
h.      Komputer dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang dan waktu yang lebih hemat
D.    Kelemahan Arsitektur Komputer :
a.       Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia
b.      Komputer tidak dapat melakukan generalisasi
c.       Komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks
d.      Komputer tidak mampu membuat kesimpulan
e.       Manusia lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain
f.       Komputer tidak dapat beroperasi tanpa instruksi
g.       Komputer tidak dapat beroperasi tanpa adanya pemakai/user

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam beberapa hal seperti pengolahan data yang banyak, pemrosesan data yang butuh tingkat ketelitian dan ketepatan yang tinggi dalam pemrosesan informasi ataupun perhitungan angka, komputer lebih baik dibandingkan kognisi manusia akan tetapi tanpa adanya manusia yang mengoperasikannya, komputer menjadi tidak berguna. Dalam kognisi manusia sendiri dapat terus berkembang jika manusia tersebut mau untuk terus belajar dan menambah pengetahuan dalam dirinya.
Contohnya ada suatu data perhitungan yang harus diolah agar menjadi informasi yang berguna, kognisi manusia mampu melakukannya tetapi akan lebih cepat jika dilakukan dengan menggunakan komputer seperti mengerjakan coding bisa menggunakan SPSS.

Referensi :


TUGAS 2 Sistem Informasi Psikologi

I.       Pengertian Arsitektur Komputer
Arsitektur Komputer adalah sebuah ilmu untuk tujuan perancangan sistem komputer. Tujuan seorang arsitek komputer adalah merancang sebuah sistem dengan kinerja yang tinggi dengan biaya yang layak, memenuhi persyaratan - persyaratan lainnya. “Arsitektur Komputer” memberikan berbagai atribut pada sistem komputer yang dibutuhkan oleh seorang perancang software sistem untuk mengembangkan suatu program.
Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cacheRAMROMcakram keras, dll). Arsitektur komputer ini paling tidak mengandung 3 sub-kategori, yaitu : Set instruksi (ISA), Arsitektur mikro dari ISA, dan Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer ini.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa arsitektur komputer adalah suatu ilmu tentang perancangan sistem pengoperasian dan kinerja dari suatu software komputer agar dapat berfungsi maksimal dengan menekan biaya yang seminimal mungkin. Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von NeumannCISCRISCblue Gene, dll.

II.    Struktur Kognisi Manusia
Struktur kognitif merupakan mental framework yang dibangun seseorang dengan mengambil informasi dari lingkungan & menginterpretasikannya, mereorganisasikannya serta mentransformasikannya (Flavell, Miller & Miller, 1993). 
Menurut seorang tokoh yang bernama Ausabel (dalam Ocha, 2012) ia mengemukakan bahwa struktur kognitif merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata lain bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan. Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuan pun akan terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang mungkin menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang. Ada beberapa aspek yang mempengaruhi struktur kognitif, antara lain yaitu : Beberapa kedewasaan dan perkembangan individu, Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi, Ketepatan dalam mentranformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah suatu pengetahuan yang dimiliki manusia yang membantu dalam proses mengenali gambaran faktual dari lingkungan sekitar yang kemudian diinterpretasikan sehingga pengetahuan yang ada dalam diri manusia tersebut berkembang. Contohnya adalah pertama kali seorang anak melihat pohon mangga, dia hanya tahu bahwa mangga adalah buah, kemudian dia melihat seseorang memetik dan memakannya sehingga dia menjadi tahu bahwa pohon mangga memiliki buah yang dapat dimakan.


Referensi :

TUGAS 1 Sistem Informasi Psikologi

I.       Pengertian Informasi
Pengertian informasi secara umum adalah kumpulan data yang sudah melalui proses pengolahan sehingga dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi seseorang yang kemudian digunakan untuk pengambilan suatu keputusan atau tindakan.
Menurut Jogiyanto (2005) Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sedangkan menurut Sutanta, E (2009) Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi penerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal yaitu : Relevan (Relevancy), Akurat (Accurancy), Tepat waktu (Time liness), Ekonomis (Economy), Efisien (Efficiency), Ketersediaan (Availability), Dapat dipercaya (Reliability), Konsisten (consistency).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa informasi adalah hasil dari pemrosesan data agar menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi orang yang menerimanya. Namun kualitas dari informasi yang disampaikan tergantung pada beberapa hal pada pemrosesan data seperti akurat, tepat waktu, konsisten, dan sebagainya.
Contoh dari Informasi misalnya adalah suatu data berkas laporan analisis keuangan dari suatu perusahaan yang kemudian diproses hingga menjadi informasi yang dapat disampaikan kepada pihak-pihak yang terkait.
II.    Pengertian Sistem Informasi Psikologi
  1.      Pengertian Sistem
Menurut Jogiyanto, suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Sedangkan menurut Koetjaraningrat, sistem adalah susunan yang berfungsi dan bergerak, suatu cabang ilmu niscaya mempunyai objeknya, dan objek yang menjadi sasaran itu umumnya dibatasi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu prosedur atau suatu susunan yang berfungsi dan memiliki suatu tujuan tertentu. Contoh dari sistem misalnya adalah sistem pemerintahan di suatu negara.
  1.      Pengertian Psikologi
Knight and Knight mengatakan bahwa psikologi merupakan ilmu yang mempelajari secara sistematis tentang pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu atau sosial. Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari manusia baik dari perilakunya yang nampak maupun yang tidak Nampak atau keadaan psikologi manusia. Contohnya misalnya mempelajari tentang perilaku prososial pada diri seseorang.
  1.      Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Dari penjelasan mengenai informasi, sistem dan psikologi di atas dapat ditarik pengertian bahwa Sistem Informasi Psikologi adalah suatu prosedur atau susunan yang memuat suatu data-data yang telah diproses menjadi sebuah informasi mengenai tingkah laku manusia baik yang tampak maupun yang tidak tampak dan memiliki suatu tujuan tertentu.

Referensi :

Sunday, 12 January 2014

TUGAS AKHIR PSIKOLOGI MANAJEMEN

TUGAS PSIKOLOGI MANAJEMEN
“Komunikasi Dalam Manajemen”

logo gunadarma

Oleh :
Cinthia Anindita Prasetianti
11511663


3PA05


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014


A.    Definisi Komunikasi
Komunikasi adalah proses menyalurkan informasi, ide, penjelasan, perasaan, pertanyaan dari orang ke orang atau dari kelompok ke kelompok. Komunikasi adalah proses interaksi antara orang-orang atau kelompok-kelompok yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orang-orang dan kelompok-kelompok dalam suatu organisasi. Komunikasi dapat diartikan sebagai usaha untuk menyampaikan maksud tertentu kepada orang lain sehingga orang tersebut dapat memahami maksud yang disampaikan. Komunikasi dapat juga diartikan sebagai suatu proses penyampaian makna dari pengirim kepada penerima, dengan menggunakan media tertentu. Komunikasi merupakan sesuatu yang sangat pokok, yang dalam prosesnya terdapat tujuan. Komunikasi merupakan hal penting dalam sistem pengendalian manajemen yang merupakan alat untuk mengarahkan, memotivasi, memonitor atau mengamati serta evaluasi pelaksanaan manajemen perusahaan yang mencoba mengarahkan pada tujuan organisasi dalam perusahaan agar kinerja yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan dapat berjalan lebih efesien dan lancar, yang di monitor atau yang diatur dalam sistem pengendalian manajemen adalah kinerja dari perilaku manajer di dalam mengelola perusahaan.
B.     Proses Komunikasi
Arus pesan yang terjadi dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergantung satu sama lain (the flow of messages within a network of interdependen relationship). Pesan dibuat dan dipertukarkan sebagai respon terhadap tujuan, kebijakan, dan tujuan spesifik organisasi
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut :
  1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
  2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Media atau alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan contohnya berbicara langsung melalui teleponsurate-mail, atau media lainnya.
  3. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
  4. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
Berikut ini adalah gambar alur dari proses komunikasi :
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTwSIK-UsIArzmzr654lLMOOEplU2f26hnGFG3Tr04lw1HlWO6n         https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7ykoYzEnXkVrLyEdpVF25c2VI7H-RMFpvNgzkJhgyYOJrvlSM3J2caElrpylJjuPnZvK8ubY-ZDyC_6DGpzFGqXLUg3oNeLkQvLrlpTYN-5W5R4QQuhMo2qwQr3P5EyUDpSCTqzS8y1k4/s1600/gambar+proses+komunikasi.png
C.    Hambatan Komunikasi
Pada sebuah proses komunikasi yang terjadi terkadang kita juga akan mengalami banyak hambatan dalam berkomunikasi. Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver.
Beberapa hambatan komunikasi adalah :
a) Hambatan Sematik.
Komunikasi yang disebabkan oleh faktor bahasa yang digunakan oleh para pelaku
Komunikasi
b) Hambatan Mekanik.
Komunikasi yang disebabkan oleh factor elektrik, mesin atau media lainnya
c) Hambatan Antropologis
Hambatan yang disebabkan oleh perbedaan pada diri manusia
d) Hambatan Psikologis
Hambatan yang disebabkan oleh faktor kejiwaan

Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu :
1.      Status effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.
2.      Semantic Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.
3.      Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.
4.      Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
5.      Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.
6.      Poor choice of communication channels
Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.
7.      No Feed back
Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.       

Menurut Leonard R.S. dan George Strauss ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
1.      Mendengar
Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui
3. Menilai sumber
Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
4.      Persepsi yang berbeda
Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
5.      Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda
Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
6.      Sinyal nonverbal yang tidak konsisten
Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita mempengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
7.      Pengaruh emosi
Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8.      Gangguan
Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.

D.    Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif
Menurut Effendi, komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antar komunikator dengan komunikan  dimana komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang karena sifatnya yang dialogis yaitu berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung komunikator mengetahui tanggapan komunikan saat itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindak lanjuti dengan sebuah perbuatan secara suka rela oleh penerima pesan, pesan dapat meningkatkan kualitas hubungan antar pribadi dan tidak ada hambatan untuk itu. Komunikasi interpersonal dikatakan efektif apabila memenuhi tiga persyaratan utama, yaitu :
a.       Pengertian yang sama terhadap makna pesan
Salah satu indikator yang dapat digunakan sebagai ukuran komunikasi dikatakan efektif adalah apabila makna pesan yang dikirim oleh komunikator sama dengan makna pesan yang diterima oleh komunikan. Pada tataran empiris, seringkali terjadi miss communication yang disebabkan oleh karena komunikan memahami makna pesan tidak sesuai dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
b.      Melaksanakan pesan secara suka rela
Indikator komunikasi interpersonal yang efektif berikutnya adalah bahwa komunikan menindak lanjuti pesan tersebut dengan perbuatan dan dilakukan secara suka rela tidak karena dipaksa. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam proses komunikasi interpersonal komunikator dan komunikan memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan. Komunikasi interpersonal yang baik dan berlangsung dalam kedudukan setara sangat diperlukan agar kedua belah pihak menceritakan dan mengungkapkan isi pikirannya secra suka rela, jujur, tanpa merasa takut. Komunikasi interpersonal yang efektif mampu mempengaruhi emosi pihak pihak yang terlibat dalam komunikasi itu kedalam suasana yang nyaman, harmonis dan bukan sebagai suasana yang tertekan.
c.       Meningkatkan kualitas hubungan antar pribadi
Efektivitas dalam komunikasi interpersonal akan mendorong terjadinya hubungan yang positif terhadap rekan, keluarga dan kolega. Hal ini disebabkan pihak-pihak yang saling berkomunikasi merasakan memperoleh manfaat dari komunikasi itu sehingga merasa perlu untuk memelihara hubungan antar pribadi. Banyak orang menjadi sukses karena memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang lain. Mereka menanamkan identitas yang positif kepada orang lain sehingga mereka memiliki image yang baik di mata masyarakat.

E.     Komunikasi Interseprsonal Efektif  Dalam Organisasi Mencakup Componential Dan Situational
Komunikasi dalam organisasi atau perusahaan dapat menentukan efektif atau tidaknya dalam suatu penyampaian pesan atau perintah antar anggota organisasi baik antara atasan dengan bawahan (downward communication), bawahan dengan atasan (upward communication), maupun antar anggota yang jabatannya setaraf (lateral communication). Secara sederhana, komunikasi adalah proses penyampaian atau transfer dan pemahaman suatu pengertian (meaning). Jadi dalam berkomunikasi, kita harus efektif menyampaikan pesan yang ada pada kita kepada orang lain. Adapun berkomunikasi secara langsung dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Karena dapat mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung. Proses berkomunikasi dimulai dari adanya pesan yang akan disampaikan oleh pengirim, kemudian ditransfer melalui suatu channel (saluran), kemudian diterima oleh penerima. Adapun komunikasi interpersonal efektif dalam suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu :
1.      Componential
Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
2.      Situasional
Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung disekitarnya.

DAFTAR PUSTAKA