Pages

Monday, 6 October 2014

TUGAS 2 Sistem Informasi Psikologi

I.       Pengertian Arsitektur Komputer
Arsitektur Komputer adalah sebuah ilmu untuk tujuan perancangan sistem komputer. Tujuan seorang arsitek komputer adalah merancang sebuah sistem dengan kinerja yang tinggi dengan biaya yang layak, memenuhi persyaratan - persyaratan lainnya. “Arsitektur Komputer” memberikan berbagai atribut pada sistem komputer yang dibutuhkan oleh seorang perancang software sistem untuk mengembangkan suatu program.
Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cacheRAMROMcakram keras, dll). Arsitektur komputer ini paling tidak mengandung 3 sub-kategori, yaitu : Set instruksi (ISA), Arsitektur mikro dari ISA, dan Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer ini.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa arsitektur komputer adalah suatu ilmu tentang perancangan sistem pengoperasian dan kinerja dari suatu software komputer agar dapat berfungsi maksimal dengan menekan biaya yang seminimal mungkin. Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von NeumannCISCRISCblue Gene, dll.

II.    Struktur Kognisi Manusia
Struktur kognitif merupakan mental framework yang dibangun seseorang dengan mengambil informasi dari lingkungan & menginterpretasikannya, mereorganisasikannya serta mentransformasikannya (Flavell, Miller & Miller, 1993). 
Menurut seorang tokoh yang bernama Ausabel (dalam Ocha, 2012) ia mengemukakan bahwa struktur kognitif merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata lain bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan. Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuan pun akan terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang mungkin menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang. Ada beberapa aspek yang mempengaruhi struktur kognitif, antara lain yaitu : Beberapa kedewasaan dan perkembangan individu, Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi, Ketepatan dalam mentranformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah suatu pengetahuan yang dimiliki manusia yang membantu dalam proses mengenali gambaran faktual dari lingkungan sekitar yang kemudian diinterpretasikan sehingga pengetahuan yang ada dalam diri manusia tersebut berkembang. Contohnya adalah pertama kali seorang anak melihat pohon mangga, dia hanya tahu bahwa mangga adalah buah, kemudian dia melihat seseorang memetik dan memakannya sehingga dia menjadi tahu bahwa pohon mangga memiliki buah yang dapat dimakan.


Referensi :

TUGAS 1 Sistem Informasi Psikologi

I.       Pengertian Informasi
Pengertian informasi secara umum adalah kumpulan data yang sudah melalui proses pengolahan sehingga dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi seseorang yang kemudian digunakan untuk pengambilan suatu keputusan atau tindakan.
Menurut Jogiyanto (2005) Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sedangkan menurut Sutanta, E (2009) Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi penerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal yaitu : Relevan (Relevancy), Akurat (Accurancy), Tepat waktu (Time liness), Ekonomis (Economy), Efisien (Efficiency), Ketersediaan (Availability), Dapat dipercaya (Reliability), Konsisten (consistency).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa informasi adalah hasil dari pemrosesan data agar menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi orang yang menerimanya. Namun kualitas dari informasi yang disampaikan tergantung pada beberapa hal pada pemrosesan data seperti akurat, tepat waktu, konsisten, dan sebagainya.
Contoh dari Informasi misalnya adalah suatu data berkas laporan analisis keuangan dari suatu perusahaan yang kemudian diproses hingga menjadi informasi yang dapat disampaikan kepada pihak-pihak yang terkait.
II.    Pengertian Sistem Informasi Psikologi
  1.      Pengertian Sistem
Menurut Jogiyanto, suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Sedangkan menurut Koetjaraningrat, sistem adalah susunan yang berfungsi dan bergerak, suatu cabang ilmu niscaya mempunyai objeknya, dan objek yang menjadi sasaran itu umumnya dibatasi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu prosedur atau suatu susunan yang berfungsi dan memiliki suatu tujuan tertentu. Contoh dari sistem misalnya adalah sistem pemerintahan di suatu negara.
  1.      Pengertian Psikologi
Knight and Knight mengatakan bahwa psikologi merupakan ilmu yang mempelajari secara sistematis tentang pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu atau sosial. Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari manusia baik dari perilakunya yang nampak maupun yang tidak Nampak atau keadaan psikologi manusia. Contohnya misalnya mempelajari tentang perilaku prososial pada diri seseorang.
  1.      Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Dari penjelasan mengenai informasi, sistem dan psikologi di atas dapat ditarik pengertian bahwa Sistem Informasi Psikologi adalah suatu prosedur atau susunan yang memuat suatu data-data yang telah diproses menjadi sebuah informasi mengenai tingkah laku manusia baik yang tampak maupun yang tidak tampak dan memiliki suatu tujuan tertentu.

Referensi :

Sunday, 12 January 2014

TUGAS AKHIR PSIKOLOGI MANAJEMEN

TUGAS PSIKOLOGI MANAJEMEN
“Komunikasi Dalam Manajemen”

logo gunadarma

Oleh :
Cinthia Anindita Prasetianti
11511663


3PA05


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014


A.    Definisi Komunikasi
Komunikasi adalah proses menyalurkan informasi, ide, penjelasan, perasaan, pertanyaan dari orang ke orang atau dari kelompok ke kelompok. Komunikasi adalah proses interaksi antara orang-orang atau kelompok-kelompok yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orang-orang dan kelompok-kelompok dalam suatu organisasi. Komunikasi dapat diartikan sebagai usaha untuk menyampaikan maksud tertentu kepada orang lain sehingga orang tersebut dapat memahami maksud yang disampaikan. Komunikasi dapat juga diartikan sebagai suatu proses penyampaian makna dari pengirim kepada penerima, dengan menggunakan media tertentu. Komunikasi merupakan sesuatu yang sangat pokok, yang dalam prosesnya terdapat tujuan. Komunikasi merupakan hal penting dalam sistem pengendalian manajemen yang merupakan alat untuk mengarahkan, memotivasi, memonitor atau mengamati serta evaluasi pelaksanaan manajemen perusahaan yang mencoba mengarahkan pada tujuan organisasi dalam perusahaan agar kinerja yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan dapat berjalan lebih efesien dan lancar, yang di monitor atau yang diatur dalam sistem pengendalian manajemen adalah kinerja dari perilaku manajer di dalam mengelola perusahaan.
B.     Proses Komunikasi
Arus pesan yang terjadi dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergantung satu sama lain (the flow of messages within a network of interdependen relationship). Pesan dibuat dan dipertukarkan sebagai respon terhadap tujuan, kebijakan, dan tujuan spesifik organisasi
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut :
  1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
  2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Media atau alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan contohnya berbicara langsung melalui teleponsurate-mail, atau media lainnya.
  3. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
  4. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
Berikut ini adalah gambar alur dari proses komunikasi :
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTwSIK-UsIArzmzr654lLMOOEplU2f26hnGFG3Tr04lw1HlWO6n         https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7ykoYzEnXkVrLyEdpVF25c2VI7H-RMFpvNgzkJhgyYOJrvlSM3J2caElrpylJjuPnZvK8ubY-ZDyC_6DGpzFGqXLUg3oNeLkQvLrlpTYN-5W5R4QQuhMo2qwQr3P5EyUDpSCTqzS8y1k4/s1600/gambar+proses+komunikasi.png
C.    Hambatan Komunikasi
Pada sebuah proses komunikasi yang terjadi terkadang kita juga akan mengalami banyak hambatan dalam berkomunikasi. Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver.
Beberapa hambatan komunikasi adalah :
a) Hambatan Sematik.
Komunikasi yang disebabkan oleh faktor bahasa yang digunakan oleh para pelaku
Komunikasi
b) Hambatan Mekanik.
Komunikasi yang disebabkan oleh factor elektrik, mesin atau media lainnya
c) Hambatan Antropologis
Hambatan yang disebabkan oleh perbedaan pada diri manusia
d) Hambatan Psikologis
Hambatan yang disebabkan oleh faktor kejiwaan

Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu :
1.      Status effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.
2.      Semantic Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.
3.      Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.
4.      Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
5.      Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.
6.      Poor choice of communication channels
Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.
7.      No Feed back
Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.       

Menurut Leonard R.S. dan George Strauss ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
1.      Mendengar
Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui
3. Menilai sumber
Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
4.      Persepsi yang berbeda
Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
5.      Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda
Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
6.      Sinyal nonverbal yang tidak konsisten
Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita mempengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
7.      Pengaruh emosi
Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8.      Gangguan
Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.

D.    Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif
Menurut Effendi, komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antar komunikator dengan komunikan  dimana komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang karena sifatnya yang dialogis yaitu berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung komunikator mengetahui tanggapan komunikan saat itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindak lanjuti dengan sebuah perbuatan secara suka rela oleh penerima pesan, pesan dapat meningkatkan kualitas hubungan antar pribadi dan tidak ada hambatan untuk itu. Komunikasi interpersonal dikatakan efektif apabila memenuhi tiga persyaratan utama, yaitu :
a.       Pengertian yang sama terhadap makna pesan
Salah satu indikator yang dapat digunakan sebagai ukuran komunikasi dikatakan efektif adalah apabila makna pesan yang dikirim oleh komunikator sama dengan makna pesan yang diterima oleh komunikan. Pada tataran empiris, seringkali terjadi miss communication yang disebabkan oleh karena komunikan memahami makna pesan tidak sesuai dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
b.      Melaksanakan pesan secara suka rela
Indikator komunikasi interpersonal yang efektif berikutnya adalah bahwa komunikan menindak lanjuti pesan tersebut dengan perbuatan dan dilakukan secara suka rela tidak karena dipaksa. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam proses komunikasi interpersonal komunikator dan komunikan memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan. Komunikasi interpersonal yang baik dan berlangsung dalam kedudukan setara sangat diperlukan agar kedua belah pihak menceritakan dan mengungkapkan isi pikirannya secra suka rela, jujur, tanpa merasa takut. Komunikasi interpersonal yang efektif mampu mempengaruhi emosi pihak pihak yang terlibat dalam komunikasi itu kedalam suasana yang nyaman, harmonis dan bukan sebagai suasana yang tertekan.
c.       Meningkatkan kualitas hubungan antar pribadi
Efektivitas dalam komunikasi interpersonal akan mendorong terjadinya hubungan yang positif terhadap rekan, keluarga dan kolega. Hal ini disebabkan pihak-pihak yang saling berkomunikasi merasakan memperoleh manfaat dari komunikasi itu sehingga merasa perlu untuk memelihara hubungan antar pribadi. Banyak orang menjadi sukses karena memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang lain. Mereka menanamkan identitas yang positif kepada orang lain sehingga mereka memiliki image yang baik di mata masyarakat.

E.     Komunikasi Interseprsonal Efektif  Dalam Organisasi Mencakup Componential Dan Situational
Komunikasi dalam organisasi atau perusahaan dapat menentukan efektif atau tidaknya dalam suatu penyampaian pesan atau perintah antar anggota organisasi baik antara atasan dengan bawahan (downward communication), bawahan dengan atasan (upward communication), maupun antar anggota yang jabatannya setaraf (lateral communication). Secara sederhana, komunikasi adalah proses penyampaian atau transfer dan pemahaman suatu pengertian (meaning). Jadi dalam berkomunikasi, kita harus efektif menyampaikan pesan yang ada pada kita kepada orang lain. Adapun berkomunikasi secara langsung dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Karena dapat mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung. Proses berkomunikasi dimulai dari adanya pesan yang akan disampaikan oleh pengirim, kemudian ditransfer melalui suatu channel (saluran), kemudian diterima oleh penerima. Adapun komunikasi interpersonal efektif dalam suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu :
1.      Componential
Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
2.      Situasional
Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung disekitarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Friday, 1 November 2013

Tulisan 1 & 2 Periode 2 Psikologi Manajemen

TULISAN 1
POAC

Dalam suatu organisasi agar dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dibutuhkan suatu manajemen yang baik. Manajemen yang baik di dalamnya terdapat proses-proses yang harus dijalani agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Dalam proses manajemen dikenal istilah POAC atau Planning, Organizing, Actuating, Controlling. Dimana setiap prosesnya harus dilalui satu per satu secara bertahap agar didapatkan hasil yang sesuai tujuan dengan efektif dan efisien.
Di sini saya akan menjelaskan proses dari POAC itu sendiri. Proses atau tahapan pertama yang harus dijalankan adalah Planning atau Perencanaan. Hal ini sangat penting untuk menentukan atau menetapkan tujuan dari organisasi tersebut dan bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Proses yang kedua adalah Organizing atau Pengorganisasian. Dalam hal ini proses yang dilakukan adalah untuk memastikan ketersediaan sumber daya baik manusia maupun non manusia untuk dapat mencapi tujuan tersebut. Proses yang ketiga adalah Actuating atau pengarahan. Dalam hal ini seorang manajer berperan penting untuk mengarahkan para pekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Dan proses yang terakhir adalah Controlling atau Pengontrolan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kinerja dari para pekerja sudah sesuai dengan rencana dan tujuan yang fungsinya untuk melihat apakah perlu adanya revisi atau perubahan agar mencapai hasil yang lebih maksimal.

Referensi :
Handoko, T. Hani. (2003). Manajemen Edisi 2. Yogyakarta: YPFE-YOGYAKARTA

TULISAN 2
MSDM

Manajemen sumber daya manusia sangat penting untuk mendukung tercapainya tujuan dengan hasil yang maksimal dan dengan efisien. Menurut A.F. Stoner, manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, studi tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas). Oleh karena itu upaya-upaya seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia juga perlu diperhatikan.
Peran sumber daya manusia sendiri berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Pada tahun 1990an merupakan era dimana produktivitas, mutu serta kemampuan beradaptasi sehingga dibutuhkan SDM yang kompetitif dan komparatif untuk memotivasi, memberdayakan dan mendidik manusia. Pada tahun 2000an merupakan era dimana global networking mulai berkembang sehingga dibutuhkan SDM yang beranekaragam dan memiliki pendekatan tersendiri untuk menjadi inovator dan entrepreneur sedangkan pada tahun 2010 dan kedepannya menjadi era dimana teknologi informasi seperti internet menjadi penting sehingga dibutuhkan SDM yang berwawasan global untuk menjadi entrepreneur.

Referensi :

Tugas Periode 2 Psikologi Manajemen

I.       Pengorganisasian Struktur Manajemen

A.    Definisi Pengorganisasian
            Pengorganisasian adalah suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas atau pekerjaan diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Pengorganisasian merupakan penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, pengorganisasian juga dapat diartikan sebagai perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan. Pengorganisasian juga merupakan penugasan tanggung jawab tertentu dan kemudian pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Sehingga pengorganisasian dapat disimpulkan sebagai suatu proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupinya.

B.     Definisi Struktur Organisasi
            Struktur organisasi dapat diartikan sebagai suatu mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi juga didefinisikan sebagai mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola (Handoko, 2003). Sehingga struktur organisasi juga dapat diartikan sebagai kesatuan kerangka organisasi yang ditetapkan untuk proses manajerial, sistem, pola tingkah laku yang muncul dan terjadi dalam praktek penyelenggaraan organisasi dan manajemen. Struktur organisasi merupakan alat untuk membantu manajemen  dalam mencapai tujuannya. Struktur organisasi dapat memiliki pengaruh yang besar pada anggotanya. Pengaruh struktur organisasi terhadap kepuasan dan kinerja karyawan mengarah pada suatu kesimpulan yang sangat jelas. Struktur organisasi menjelaskan bagaimana tugas kerja akan dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan secara formal. Sturuktur organisasi juga menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organsasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardiasasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja.

C.     Pengorganisasian Sebagai Fungsi Manajemen
            Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting karena dengan pengorganisasian berarti akan memadukan seluruh sumber-sumber yang ada dalam organisasi baik yang berupa sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya ke arah tercapainya suatu tujuan. Sehingga pengorganisasian seluruh sumber baik manusia maupun non manusia harus diatur dan dipadukan sedemikian rupa untuk berjalannya suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuannya. Hal ini memberikan kejelasan bahwa proses pengaturan di dalam organisasi tidak akan selesai tanpa diikuti oleh aktuasi yang berupa bimbingan kepada manusia yang berada di dalam organisasi tersebut agar secara terus-menerus dapat menjalankan kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

II.    Actuating Dalam Manajemen

A.    Definisi Actuating
            Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Sehingga actuating memiliki arti menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan. Actuating adalah pelaksanaan untuk bekerja. Untuk melaksanakan secara fisik kegiatan dari aktivitas tesebut, maka manajer mengambil setiap tindakannya kearah itu. Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran tersebut. Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota dalam suatu organisasi.

B.     Pentingnya Actuating
            Actuating dalam suatu organisasi sangat penting karena memiliki beberapa fungsi. Fungsi dari Pelaksanaan (actuating) adalah sebagai berikut : 1. Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan, 2. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan, 3. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan, 4. Proses implementasi program agar dapat dijalankan olehseluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan menghasilkan suatu produktivitas yang tinggi.

C.     Prinsip Actuating
Prinsip-prinsip dalam penggerakan (actuating), antara lain sebagai berikut :
1.      Memperlakukan manusia dengan sebaik-baiknya
2.      Mendorong petumbuhan dan perkembangan manusia
3.      Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
4.      Menghargai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna
5.      Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
6.      Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
7.      Memberikan dororngan untuk mengembangkan potensi dirinya


III. Mengendalikan Fungsi Manajemen

A.    Definisi Mengendalikan (Controlling)
            Pengendalian (controlling) atau dikenal juga dengan pengawasan aalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Hal ini dapat positif maupun negatif. Pengendalian positif mencoba untuk mengetahui apakah tujuan organisasi dicapai dengan efisien dan efektif. Pengendalian negatif mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang diinginkan atau dibutuhkan tidak tejadi atau terjadi kembali. Pengendalian adalah fungsi terakhir dari proses pelaksanaan manajemen dan sangat penting sehingga harus dilakukan sebaik-baiknya.

B.     Langkah-Langkah Dalam Kontrol
Menurut  T. Hani Handoko, proses pengendalian memiliki lima tahapan, yaitu:
a.       penetapan standar pelaksanaan
b.      penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
c.       pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata
d.      pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan
e.       pengambilan tindakan koreksi, bila diperlukan

C.     Tipe-Tipe Kontrol
Terdapat 3 tipe dalam pengendalian (controlling), yaitu :
a.       Pengendalian Pendahuluan, dirancang untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dari standar atau tujuan dan kemungkinan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan.
b.      Pengendalian yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan, merupakan proses dimana aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui terlebih dahulu atau syarat tertentu harus dipenuhi dulu sebelum kegiatan bisa dilanjutkan untuk menjadi semacam pengecakan ulang dalam menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.
c.       Pengendalian Umpan Balik, mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan.

D.    Kontrol Proses Manajemen
Adalah suatu proses yang digunakan untuk mempengaruhi para anggota organisasi agar menerapkan strategi organisasi. Pengendalian manajemen merupakan:
a.       Aktivitas Pengendalian Manajemen
b.      Keselarasan Tujuan
c.       Salah satu alat implementasi Strategi, selain struktur organisasi, manajemen SDM, Budaya
d.      Menekankan aspek Keuangan dan Nonkeuangan
e.       Membantu Mengembangkan Strategi Baru


Referensi :

Afifudin. (2013). Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: ALFA BETA

Handoko, T. Hani. (2003). Manajemen Edisi 2. Yogyakarta: YPFE-YOGYAKARTA


cai.elearning.gunadarma.ac.id/.../download.php?...PENGORGANISASIAN

xa.yimg.com/kq/groups/23216323/.../name/Pengertian+Manajemen.ppt